INAPA 2023: Siap Kembangkan Ekosistem Suku Cadang Mobil Listrik

SJT- Pameran INAPA 2023 sudah hampir digelar. Pameran yang diadakan pada 24-26 Mei 2023 ini menggunakan 9 hall dengan luas 25.000 sqm. Pameran INAPA ini merupakan pameran suku cadang otomotif terbesar se-ASEAN dan kembali hadir setelah terhalang oleh pandemi berkepanjangan. Tidak sendirian, pameran INAPA 2023 hadir bersama beberapa pameran lain seperti INABIKE 2023, Lube Indonesia 2023, EV Indonesia 2023, Tyre & Rubber Indonesia 2023, INAFASTENER 2023, Transport & Logistics Indonesia 2023, Forklift Indonesia 2023, CON-MINE Indonesia 2023.

Pameran ini siap dibanjiri oleh 1000 peserta yang mana akan memamerkan beberapa produk mereka seperti pelumas, perkakas sampai industri komponen, logistik dan karoseri hadir di dalamnya. “Kali ini, semula kami persiapkan pesertanya 500 perusahaan, tapi antusiasmenya tinggi jadi total nanti di JIExpo akan ada 9 hall dengan jumlah peserta 1.000 perusahaan, di mana 30 persennya dari lokal Indonesia dan sisanya dari luar negeri seperti dari kawasan Asia Tenggara, serta India. Kalau pengunjung, kami targetkan 35.000 orang selama tiga hari 24-27 Mei 2023,” ungkap direktur GEM Indonesia, Baki Lee.

Tahun ini, highlight INAPA 2023 berada pada ekosistem kendaraan listrik yang sedang tumbuh dan terus meningkat. “Begitu besar antusiasme berpengaruh pada pameran kali ini. Nanti di pameran akan banyak sekali kendaraan listrik, termasuk ekosistem seperti baterai, charging, komponen, sampai ke unit-unitnya,” kata Baki melanjutkan. Nantinya, Indonesia mampu mempromosikan produk suku cadang mobil listrik ke khalayak luas karena pangsa pasarnya mendapat presentase 40% ekonomi di kawasan ASEAN. Hal ini didukung oleh fakta tren mobil listrik yang saat ini menjadi primadona ternyata tumbuh 2,3 juta unit pada kuartal 1 2023 sekaligus pertumbuhan transportasi listrik dengan bertambahnya unit bus listrik menjadi fokus utama dalam mengurangi kadar pencemaran karbon di Indonesia dengan optimisme 1.200 unit bus yang akan diproduksi pemerintah. Berkat fakta ini, Indonesia bisa menjadi pemain utama dalam pertumbuhan kendaraan rendah emisi karbon.

Meskipun sudah berjalan normal, INAPA 2023 masih berstatus pameran Business to Business (B2B). Hal ini dilakukan untuk menekankan kegiatan transaksi antara entitas bisnis satu ke bisnis lainnya, antara produsen dengan OEM, manufaktur, distributor, peritel, trader dan lain-lain. Meskipun begitu, INAPA 2023 siap meraih 35.000 pengunjung dalam 3 hari pameran. “Tujuannya adalah melahirkan kegiatan transaksi entitas bisnis satu ke bisnis lainnya, antara produsen dengan OEM, manufaktur distributor, peritel, trader, dan lain-lain,” pungkas Baki.